TfdiGfr7GSW0BSrpGUz6BSA9TA==

Benarkah Penderita Diabetes Tidak Bisa Ejakulasi? Dokter Ungkap Penyebab dan Tandanya

penderita diabetes tidak bisa ejakulasi akibat ejakulasi retrograd
Dokter menjelaskan diabetes dapat memengaruhi proses ejakulasi melalui kondisi ejakulasi retrograd akibat kerusakan saraf. (Ilustrasi/Canva)

IDNHITS.COM — Diabetes dikenal sebagai penyakit yang memengaruhi kadar gula darah, tetapi dampaknya ternyata juga bisa menjalar ke kesehatan seksual pria. Salah satu kondisi yang dapat muncul adalah gangguan ejakulasi, yakni ketika air mani tidak keluar meski seseorang telah mencapai orgasme.

Lalu, apakah benar penderita diabetes tidak bisa ejakulasi? Dokter Spesialis Andrologi sekaligus kreator konten kesehatan, dr. Jefry Tribowo, menjelaskan bahwa kondisi tersebut memang dapat terjadi pada sebagian pasien diabetes.

"Ternyata masalah diabetes itu salah satu yang meng-impact ke seksual, yaitu bikin dia jadi enggak bisa ejakulasi," kata dr. Jefry.

Diabetes dapat memengaruhi proses ejakulasi

Menurut dr. Jefry, pria dengan diabetes tetap bisa merasakan orgasme atau kepuasan saat berhubungan intim. Namun, dalam beberapa kasus, cairan mani tidak keluar dari penis karena mengalami kondisi yang disebut retrograde ejaculation atau ejakulasi retrograd.

"Dia puasnya dapat, tapi enggak ada cairan yang keluar. Kalau bahasa medisnya kita sebut dengan retrograde ejaculation," jelasnya.

Kondisi tersebut membuat ejakulasi tidak berlangsung sebagaimana mestinya, meskipun sensasi orgasme tetap dirasakan oleh penderitanya.

Gula darah tinggi dapat merusak saraf

Dr. Jefry menerangkan, ejakulasi retrograd dapat terjadi akibat kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama. Kondisi tersebut berpotensi merusak saraf yang berfungsi mengatur mekanisme ejakulasi.

Akibat gangguan pada saraf tersebut, cairan mani yang seharusnya keluar melalui uretra justru mengalir kembali ke kandung kemih.

"Karena pada orang diabetes gula darahnya tinggi, itu bisa merusak saraf yang mengatur fungsi ejakulasi. Akhirnya, air mani yang seharusnya keluar justru masuk ke kandung kemih," tuturnya.

Kenali tanda ejakulasi retrograd

Salah satu tanda yang bisa mengarah pada ejakulasi retrograd adalah perubahan warna urine setelah orgasme. Air kemih dapat terlihat lebih keruh atau cenderung keputihan karena bercampur dengan cairan mani yang masuk ke kandung kemih.

Menurut dr. Jefry, kondisi tersebut cukup sering ditemukan pada pasien diabetes sehingga penting untuk dikenali sebagai salah satu dampak komplikasi penyakit terhadap fungsi seksual.

"Makanya ketika buang air kecil, pasien melihat urinenya tampak lebih putih dari biasanya. Itu bisa menjadi tanda adanya air mani yang masuk ke kandung kemih. Kondisi ini cukup sering dijumpai pada pasien diabetes," pungkasnya.

Ketik kata kunci lalu Enter

close